BUDIDAYA BAYAM

1.syarat tumbuh

Bayam termasuk sayuran dataran tinggi, tetapi dapat hidup pada dataran rendah. Bayam menghendaki tanah yang gembur dan subur, dengan derajat keasaman (pH)6-7.  Tanah dengan pH lebih tinggi atau lebih rendah membuat bayam tidak tumbuh dengan baik.

2. penanaman

Pengolahan tanah untuk semua jenis bayam hampir sama. Namun untuk bayam tahunan agak berbedaa karena memiliki akar yang lebih panjang dibandingkan bayam cabut sehingga pencangkulan lubang perlu lebih dalam.

Pupuk dasar diberikan bersamaan dengan pengolahan tanah. Bedengan penanaman dibuat dengan ukuran 1m x 5m. sebaiknya bedengan dibuat lebih tinggi untuk mencegah benih bayam keluar saat disiram. Diantara bedengan dibuat parit untuk memudahkan penyiraman. Perkiraan dosis dan waktu pemupukan disajikan pada tabel 1.

Tabel 1. Rekomendasi pupuk untuk bayampada tanah mineral dengan tingkat kandungan P dan K sedang (Maynard dan Hocmuth, 1999).

umur

urea

ZA

SP36

KCl

Target pH

Kg/ha/musim tanam

6.5

Preplant

56

250

90

-

3 mst

56

90

-

Sebelum benih ditabur, perlu dicampur dengan abu dengan perbandingan benih bayam ; abu adalah 1 : 10 agar benih merata dan tidak bertumpuk-tumpuk saat ditabur. Benih bayam dapat ditaburkan pada sepanjang garitan bedengan dengan jarak sekitar 20 cm. keperluan benih bayam 1 ha adalah 5-10 kg.

Benih yang ditabur langsung ditutup dengan tanah tipis dan disiram dengan menggunakan gembor penyirraman. Penyiraman dilakukan stiap hari pagi dan sore kecuali turun hujan.

3. pemeliharaan

Aspek peenting adalah penyiangan, penggemburan, pemberian pupuk susulan dan pengendalian hama dan penyakit. Penyiangan dan penggemburan dilakukan 2 mst (minggu setelah tanam), selanjutnya dilakukan 2 minggu sekali.

4. penyakit yang sering menyerang

4.1.         downy mildew

Ditandai dengan daun bagian atas menguning, daun bagian bawah berwarna hijau keunguan yang pada akhirnya berwarna cokelat. Sering timbul bila ditanam pada musim hujan dan dingin. Pencegahan dapat dilakukan dengan memetik daun yang diserang. Pemberantasan dengan Dithane m-45 dosis 1.5-2 g/l.

4.2.         spinach blight (oleh virus mozaik cucumber)

Ditandai dengan daun menyempit, mengecil, menggulung dan berkerut. Permukaan daun berwarna kuning biasanya menyerang daun muda. Agar tidak meluas, tanaman yang terinfeksi harus dimusnahkan karena belum ada obatnya. Pencegahan dengan penyiangan gulma. Penyemprotan lalat pembawa virus dengan Ambus 2 EC atau Lannate 2 EC dengan dosis 2 g/l.

4.3.         penyakit noda daun (leaf spot)

Ditandai dengan noda cokelat pada setengah daun, meluas sehingga menghancurkan daun. Agar tidak meluas tanaman harus dihancurkan. Disemprotkan dengan Dithane M-45 dosis 1.5-2 g/l untuk tanaman yang belum tersserang.

Gangguan ini dapatt disebabkan karena kekurangan unsure Mn. Upaya penanggulangan dengan menggunakan multitonik (pupuk yang mengandung unsure Mn) dosis diseesuaikan dengan kebutuhan. Pencegahan dengan pemberian kapur saat pengolahan tanah terutama pada tanah yang kekurangan unsure Mn.

5. pemanenan

Bayam cabut ; penjarangan dilakukan 20 hst, kemudian hari ke-25, ke-30, dst hingga semua tanaman selesai dipanen.

Bayam tahunan : penjarangan pada hari ke-20 sehingga jarak tanaman menjadi 50cm x 40cm. panen dilakukan sekitar 30 hst caranya pucuk-pucuk daun atau ujung-ujung daun yang telah dipetik. Selanjutnya pemanenan dilakukan sewaktu-waktu.

About these ads

Satu pemikiran pada “BUDIDAYA BAYAM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s